Latest Entries »

Nama – Nama Surga dan Neraka

 
Surga

1. Surga Firdaus

Mengenai surga firdaus ini, dalam Al Qur’an, surat Al Kahfi, ayat 107, Allah swt. telah menegaskan: “sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh bagi mereka adalah ‘surga firdaus menjadi tempat tinggal”.
Juga penegasanya dalam Al Qur’an, surat Al Mu’minuun, ayat 9-11.
“Dan orang-orang yang memelihara shalat: Mereka itu adalah orang – orang yang akan mewarisi (yaitu) yang bakal mewarisi surga firdaus, mereka kekal di dalamnya”.

2. Surga Adn

Surga ‘Adn ini telah banyak sekali dijelaskan dalam Al Qur’an. yaitu sebagai berikut: Firman Allah swt. di dalam surat Thaaha, tepatnya ayat 76.
“(Yakni) surga ‘Adn yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, didalamnya mereka kekal. dan itulah (merupakan) balasan bagi orang yang ( dalam keaddan ) bersih ( saat didunianya dari berbagai dosa )”.
Firman-nya lagi didalam surat Shaad, ayat 50 :
“(Yaitu) surga’Adn yang pintu – pintunya terbuka bagi mereka”.

3. Surga Na’iim

Dalam Al Qur’an surat al Hajj, ayat 56. Allah swt. telah menegaskan :
” Maka orang – orang beriman dan mengerjakan amal shaleh ada di dalam surga yang penuh kenikmatan”.
Firman-nya lagi dalam surat Al Luqman, ayat 8 :
“Sesungguhnya orang – orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, bagi mereka bakal mendapat surga yang penuh kenikmatan”.

4. Surga Ma’wa

Banyak sekali didalam Al Qur’an dijelaskan, antara lain :
Surat As Sajdah, ayat 19 Allah swt. menegaskan:
“Adapun orang – orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh. maka bagi mereka mendapat surga – surga tempat kediaman, merupakan pahala pada apa yang telah mereka:kerjakan”.
Firman-nya lagi didalam surat An Nizat, ayat 41:
“Maka sesungguhnya surga ma’walah tempat tinggal(nya)”.

5. Surga Darussalam.

Mengenai surga Darussalam ini, telah banyak dijelaskan didalam Al Qur’an, diantaranya ialah : Dalam surat Yunus, ayat 25 :
“Dan allah meriyeru (manusia) ke Darussalam (yakni surga),
dan memimpin orang yang dikhendaki-nya kepada jalan yang lurus”.

6. Surga Daarul Muqoomah.

Sesuai dengan penegasan allah swt. di dalam Al Qur’an, surat Faathir, ayat 34-35:
“Dan berkatalah mereka : Segala puji bagi allah yang telah mengapus (rasa) duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami adalah Maha Pengmpun lagi Maha Mensyukuri: Yang memberi tempat kami di dalam tempat yang kekal (surga) dan karunia-nya”.

7. Surga maqoomul Amiin.

Sesuai dangan penegasan Allah swt. didalam Al Qur’an, surat Ad Dukhan, ayat 51:
“sesungguhnya orang – orang yang bertawakal tinggal didalam tempat yang aman (surga)”.

8. Surga Khuldi.

Di dalam Al Qur’an tepatnya surat Al Furqaan, ayat 15, Allah swt. telah menegaskan :
“Katakanlah : “Apa (siksa) yang seperti itu yang baik, atau surga yang kekal, yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa, sebagai balasan dan kediaman kembali mereka”.

Neraka

1. Huthamah.

Nama ini tercantum dalam Al-Qur’an Surat Al-Humazah (104) ayat 4-5.
didalamya ditempati orang-orang yahudi.

2. Hawiyah.

Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Qori’ah (101) ayat 9-10.
didalamnya ditempati orang-orang munafik dan orang-orang kafir.

3. Jahannam.

Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat al-hijr (15) ayat 43.

4. jahim.

Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran surat As-Syu’araa (26) ayat 91.
didalamnya ditempati orang-orang musyrik.

5. Saqar.

Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Muddatstsir (26) ayat 26-27,42.
didalamnya ditempati orang-orang penyembah berhala.

6. Sa’ir.

Nama neraka ini tercantum dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa’ (4) ayat 10; Surat Al-Mulk (67) ayat 5,10,11 dan lain-lain.
Di dalamnya ditempati orang-orang Nasrani.

7. Wail.

Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Muthaffifin, ayat 1-3.

Sifat-sifat 20

Sifat Wajib Tulisan Arab Maksud Sifat Sifat Mustahil Tulisan Arab Maksud
Wujud ﻭﺟﻮﺩ Ada Nafsiah Adam ﻋﺪﻡ Tiada
Qidam ﻗﺪﻡ Sedia Salbiah Haduth ﺣﺪﻭﺙ Baharu
Baqa ﺑﻘﺎﺀ Kekal Salbiah Fana ﻓﻨﺎﺀ Akan binasa
Mukhalafatuhu lilhawadith ﻣﺨﺎﻟﻔﺘﻪ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ Bersalahan Allah Ta’ala dengan segala yang baharu Salbiah Mumathalatuhu lilhawadith ﻣﻤﺎﺛﻠﺘﻪ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ Menyamai atau bersamaan bagi-Nya dengan suatu yang baru
Qiamuhu binafsih ﻗﻴﺎﻣﻪ ﺑﻨﻔﺴﻪ Berdiri-Nya dengan sendiri Salbiah Qiamuhu bighairih ﻗﻴﺎﻣﻪ ﺑﻐﻴﺮﻩ Berdiri-Nya dengan yang lain
Wahdaniat ﻭﺣﺪﺍﻧﻴﺔ Esa Allah Ta’ala pada dzat,pada sifat dan pada perbuatan Salbiah Ta’addud ﺗﻌﺪﺩ Berbilang-bilang
Qudrat ﻗﺪﺭﺓ Berkuasa Ma’ani Ajzun ﻋﺟﺰ Lemah
Iradat ﺇﺭﺍﺩﺓ Berkehendak menentukan Ma’ani Karahah ﻛﺮﺍﻫﻪ Benci iaitu tidak menentukan
Ilmu ﻋﻠﻢ Mengetahui Ma’ani Jahlun ﺟﻬﻞ Bodoh
Hayat ﺣﻴﺎﺓ Hidup Ma’ani Al-Maut ﺍﻟﻤﻮﺕ Mati
Sama’ ﺳﻤﻊ Mendengar Ma’ani As-Summu ﺍﻟﺻﻢ Pekak
Basar ﺑﺼﺮ Melihat Ma’ani Al-Umyu ﺍﻟﻌﻤﻲ Buta
Kalam ﻛﻼ ﻡ Berkata-kata Ma’ani Al-Bukmu ﺍﻟﺑﻜﻢ Bisu
Kaunuhu qaadiran ﻛﻮﻧﻪ ﻗﺎﺩﺭﺍ Keadaan-Nya yang berkuasa Ma’nawiyah Kaunuhu ajizan ﻛﻮﻧﻪ ﻋﺎﺟﺰﺍ Keadaan-Nya yang lemah
Kaunuhu muriidan ﻛﻮﻧﻪ ﻣﺮﻳﺪﺍ Keadaan-Nya yang berkehendak menentukan Ma’nawiyah Kaunuhu kaarihan ﻛﻮﻧﻪ ﻛﺎﺭﻫﺎ Keadaan-Nya yang benci iaitu tidak menentukan
Kaunuhu ‘aliman ﻛﻮﻧﻪ ﻋﺎﻟﻤﺎ Keadaan-Nya yang mengetahui Ma’nawiyah Kaunuhu jahilan ﻛﻮﻧﻪ ﺟﺎﻫﻼ Keadaan-Nya yang bodoh
Kaunuhu hayyan ﻛﻮﻧﻪ ﺣﻴﺎ Keadaan-Nya yang hidup Ma’nawiyah Kaunuhu mayitan ﻛﻮﻧﻪ ﻣﻴﺘﺎ Keadaan-Nya yang mati
Kaunuhu sami’an ﻛﻮﻧﻪ ﺳﻤﻴﻌﺎ Keadaan-Nya yang mendengar Ma’nawiyah Kaunuhu asamma ﻛﻮﻧﻪ ﺃﺻﻢ Keadaan-Nya yang pekak
Kaunuhu basiiran ﻛﻮﻧﻪ ﺑﺼﻴﺭﺍ Keadaan-Nya yang melihat Ma’nawiyah Kaunuhu a’maa ﻛﻮﻧﻪ ﺃﻋﻤﻰ Keadaan-Nya yang buta
Kaunuhu mutakalliman ﻛﻮﻧﻪ ﻣﺘﻜﻠﻤﺎ Keadaan-Nya yang berkata-kata Ma’nawiyah Kaunuhu abkam ﻛﻮﻧﻪ ﺃﺑﻜﻢ Keadaan-Nya yang kelu

[sunting] Sifat kesempurnaan

Dua puluh yang tertera di atas yang wajib bagi Allah terkandung di dalam dua sifat kesempurnaan. Sifat tersebut adalah:

  • Istigna’ ( ﺇﺳﺘﻐﻨﺎﺀ )
  • Kaya Allah daripada sekelian yang lain daripada-Nya iaitu tidak berkehendak ia kepada sesuatu. Maksudnya, Allah tidak mengkehendaki yang lain menjadikan-Nya dan tidak berkehendakkan tempat berdiri bagi zat-Nya. Contohnya, Allah tidak memerlukan dan tidak mengkehendaki malaikat untuk menciptakan Arasy.
  • Maka, Maha suci Tuhan daripada tujuan pada sekelian perbuatan dan hukum-hukumnya dan tidak wajib bagi-Nya membuat sesuatu datau meninggalkan sesuatu.
  • Sifatnya: wujud, qidam, baqa’, mukhalafatuhu lilhawadith, qiamuhu binafsih, sama’, basar, kalam, kaunuhu sami’an, kaunuhu basiran, kaunuhu mutakalliman.
  • Iftiqar ( ﺇﻓﺘﻘﺎﺭ )
  • Yang lain berkehendakkan sesuatu daripada Allah iaitu yang lain berkehendakkan daripada Allah untuk menjadikan dan menentukan mereka dengan perkara yang harus. Contohnya, manusia memohon kepada Allah melancarkan hidupnya.
  • Sifatnya: wahdaniat, qudrat, iradat, ilmu, hayat, kaunuhu qadiran, kaunuhu muridan, kaunuhu hayyan.

[sunting] Sifat yang harus

Sifat harus atau sifat jaiz juga dimiliki oleh Allah. Harus bagi Allah memperbuatkan sesuatu yang harus ada atau tiada atau meninggalkannya. Contohnya, harus bagi Allah menciptakan langit, bumi, matahari dan yang lain dan harus juga bagi Allah untuk tidak menciptakannya. Tidak wajib bagi Allah membuat sesuatu seperti menghidupkan atau mematikan bahkan itu harus pada hak Allah.

 

 

Sifat yang wajib bagi Nabi

Sifat Wajib ada 4 (empat)

Siddiq artinya Benar
Amanah artinya Dipercaya
Tabligh artinya Menyampaikan
Fathonah artinya Pintar (cerdik)

Sifat Yang Mustakhil ada 4 (empat)
Kasib artinya Dusta
Khianat artinya Tidak Dipercaya (dengki)
Kistman artinya menyembunyikan
Baladah Artinya Bodoh

 

Waktu-Waktu Do’a Mustajab

 

Allah memberikan masing-masing waktu dengan keutamaan dan kemuliaan yang berdeda-beda, diantaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk berdoa, akan tetapi kebanyakan orang menyia-nyiakan kesempa- tan baik tersebut. Mereka mengira bahwa seluruh waktu memiliki nilai yang sama dan tidak berbeda. Bagi setiap muslim seharusnya memanfaatkan waktu-waktu yang utama dan mulia untuk berdoa agar mendapat kan kesuk-sesan, keberuntungan, kemenangan dan keselamatan.

Adapun waktu-waktu mustajabah tersebut antara lain.

 

1. Sepertiga Akhir Malam

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga akhir malam, lalu berfirman ; barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barang siapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku akan meng-ampuninya.

[Shahih Al-Bukhari, kitab Da’awaat bab Doa Nisfullail 7/149-150]

 

2. Tatkala Berbuka Puasa Bagi Orang Yang Berpuasa

Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash Radhiyallahu ‘anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pafa saat berbuka ada doa yang tidak ditolak.

[Sunan Ibnu Majah, bab Fis Siyam La Turaddu Da’watuhu 1/321 No. 1775 Hakim dalam kitab Mustadrak 1/422. Dishahihkan sanadnya oleh Bushairi dalam Misbahuz Zujaj 2/17].

 

3. Setiap Selepas Shalat Fardhu

Dari Abu Umamah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, beliau menjawab.

Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat fardhu.

[Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da’awaat 13/30. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi 3/167-168 No. 2782].

 

4. Pada Saat Perang Berkecamuk

Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

Ada dua doa yang tidak tertolak atau jarang tertolak ; doa pada saat adzan dan doa tatkala perang berke-camuk.

[Sunan Abu Daud, kitab Jihad 3/21 No. 2540. Sunan Baihaqi, bab Shalat Istisqa’ 3/360. Hakim dalam Mustadrak 1/189. Dishahihkan Imam Nawawi dalam Al-Adzkaar hal. 341. Dan Al-Albani dalam Ta’liq Alal Misykat 1/212 No. 672].

 

5. Sesaat Pada Hari Jum’at

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Abul Qasim Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

Sesungguhnya pada hari Jum’at ada satu saat yang tidak bertepatan seorang hamba muslim shalat dan memo hon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan diberikan padanya, beliau berisyarat dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut.

[Shahih Al-Bukhari, kitab Da’awaat 7/166. Shahih Muslim, kitab Jumuh 3/5-6]

Waktu yang sesaat itu tidak bisa diketahui secara persis dan masing-masing riwayat menyebutkan waktu tersebut secara berbeda-beda, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 11/203. Dan kemungkinan besar waktu tersebut berada pada saat imam atau khatib naik mimbar hingga selesai shalat Jum’at atau hingga selesai waktu shalat ashar bagi orang yang menunggu shalat maghrib.

 

6. Pada Waktu Bangun Tidur Pada Malam Hari Bagi Orang Yang Sebelum Tidur Dalam Keadaan Suci dan Berdzikir Kepada Allah

Dari ‘Amr bin ‘Anbasah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon se-suatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya.

[Sunan Ibnu Majah, bab Doa 2/352 No. 3924. Dishahihkan oleh Al-Mundziri 1/371 No. 595]

Terbangun tanpa sengaja pada malam hari.[An-Nihayah fi Gharibil Hadits 1/190] Yang dimaksud dengan ta’ara minal lail terbangun dari tidur pada malam hari.

 

7. Doa Diantara Adzan dan Iqamah

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah.

[Sunan Abu Daud, kitab Shalat 1/144 No. 521. Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da’waat 13/87. Sunan Al-Baihaqi, kitab Shalat 1/410. Dishahihkan oleh Al-Albani, kitab Tamamul Minnah hal. 139]

 

8. Doa Pada Waktu Sujud Dalam Shalat

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa sebab saat itu sangat tepat untuk dikabul kan.

[Shahih Muslim, kitab Shalat bab Nahi An Qiratul Qur’an fi Ruku’ wa Sujud 2/48]

Yang dimaksud adalah sangat tepat dan layak untuk dikabulkan doa kamu.

 

9. Pada Saat Sedang Kehujanan

Dari Sahl bin a’ad Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Dua doa yang tidak pernah ditolak ; doa pada waktu adzan dan doa pada waktu kehujanan.

[Mustadrak Hakim dan dishahihkan oleh Adz-Dzahabi 2/113-114. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ No. 3078].

 

Imam An-Nawawi berkata bahwa penyebab doa pada waktu kehujanan tidak ditolak atau jarang ditolak dikarenakan pada saat itu sedang turun rahmat khususnya curahan hujan pertama di awal musim. [Fathul Qadir 3/340].

 

10. Pada Saat Ajal Tiba

Dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah mendatangi rumah Abu Salamah (pada hari wafatnya), dan beliau mendapatkan kedua mata Abu Salamah terbuka lalu beliau memejamkannya kemudian bersabda.

Sesungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya’. Semua keluarga histeris. Beliau bersabda : ‘Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, sebab para malaikat meng- amin-i apa yang kamu ucapkan.

[Shahih Muslim, kitab Janaiz 3/38]

 

11. Pada Malam Lailatul Qadar

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.

[Al-Qadr : 3-5]

Imam As-Syaukani berkata bahwa kemuliaan Lailatul Qadar mengharuskan doa setiap orang pasti dikabulkan. [Tuhfatud Dzakirin hal. 56]

 

12. Doa Pada Hari Arafah

Dari ‘Amr bin Syu’aib Radhiyallahu ‘anhu dari bapaknya dari kakeknya bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah.

[Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da’waat 13/83. Dihasankan oleh Al-Albani dalam Ta’liq alal Misykat 2/797 No. 2598]

 

Disalin dari buku Jahalatun nas fid du’a, edisi Indonesia Kesalahan Dalam Berdoa, oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih, hal 181 – 189, terbitan Darul Haq, penerjemah Zainal Abidin Lc

 

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

 

Diriwayatkan dari Al Hasan bahwasannya tempat-tempat berdoa yang Istijabah (Maqbul) di Mekkah ada 15 tempat.

 

1. Di sekitar tempat Tawaf

2. Di Multazam

3. Di bawah Pancuran/Talang Emas/Hijir Ismail

4. Di dalam Ka’bah

5. Di sekitar sumur Zam Zam

6. Di Sofa

7. Di Marwah

8. Di sepanjang jalur Sa’i

9. Di belakang Makam Ibrahim

10. Di Arafah

11. Di Muzdalifah

12. Di Mina

13. Di sekitar Jumrah Ula

14. Di sekitar Jumrah Wusta

15. Di Sekitar Jumrah Aqobah

 

Diriwayatkan pula selain Al Hasan bahwasannya berdoa yang mustajab yaitu :

 

16. Di sekitar Hajar Aswad

17. Di sekitar dinding Ka’bah

 

Tempat-tempat yang Mustajab di Madinah yaitu :

 

1. Di Raudah

2. Di Masjid Quba

 

Ada sebuah rahasia penting yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini. Sebuah rahasia yang maha dahsyat bila anda rutin melaksanakan sholat sunah Tahajud. Sholat yang dilaksanakan sepertiga malam dengan penuh keheningan, karena di saat itu banyak orang yang tertidur lelap.

Pada saat itulah sebaiknya anda bangun dari tidur. Mengambil air wudhu lalu melaksanakan sholat sunah Tahajud. Boleh anda laksanakan 2 rakaat ditutup dengan witir 1 rakaat. Boleh juga 8 rakaat dan ditutup dengan witir 3 rakaat. Bila anda sanggup, boleh juga sampai 23 rakaat.

Namun, yang paling penting adalah konsistensi dalam pelaksanaannya. Lebih baik melaksanakan sholat tahajud dengan rakaat yang sedikit tapi rutin tiap malam, daripada banyak rakaatnya tapi tidak rutin. Anda perlu konsisten dan memiliki komitmen yang tinggi dalam diri.

Hal terpenting dari sholat tahajud adalah anda merenungi hidup ini, melakukan instropeksi di hari kemarin dan memohon ampunan kepada Allah dengan seraya beristighfar dengan penuh ke-khusyuk-an. Memohon diberikan kemudahan dalam melaksanakan aktivitas esok hari, dan yang lebih penting berdoa kepada Allah agar di lapangkan rezeki.

Saya menjadi teringat ketika hendak mau menikah di Bandung pada tahun 1998. Pada malam sebelum nikah, saya sempat bingung karena uang untuk transport penghulu dan juga tempat penginapan belum ada di kantong. Saya berdiskusi dengan almarhum ayah untuk mencarikan solusinya. Lalu saya katakan kesulitan saya itu kepada beliau. Ketika kesulitan itu saya sampaikan, ayah saya cuma tersenyum dan menyuruh saya untuk melaksanakan sholat tahajud.

Malamnya, saya sholat tahajud dengan penuh kekhusyukan agar besok dimudahkan dari segala urusan. Saya berserah diri kepada Allah seraya berdoa agar diberikan rezeki karena akan menikah besok lusa. Saya pun berdoa sambil menangis sesunggukan memohon ampun kepada-Nya. Segala ikhtiar sudah ditunaikan, sekarang saatnya saya berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Semoga Allah mengabulkan segala permintaan saya yang akan menikah esok lusa.

Besok paginya, setelah sholat subuh berjamaah, ada ketukan pagar dari luar rumah. Begitu saya tengok keluar, ada pak Yono, salah satu pengurus masjid Al Iman datang ke rumah kami.

Setelah pintu pagar dibuka, lalu saya persilahkan beliau masuk ke ruang tamu. Setelah beliau ada di ruang tamu, maka mengobrollah kami sebentar, lalu tiba-tiba saja diberinya saya amplop yang berisi uang. Jumlahnya pas banget dengan yang saya butuhkan. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, saya mengucap syukur kepada Allah. Ternyata di pagi hari itu, Allah memberikan rezekinya lewat pak Yono dan kawan-kawan pengurus masjid yang tidak bisa ikut hadir dalam pernikahan saya di kota Bandung.

Rahasia sholat tahajud mungkin sudah pernah anda dapatkan. Dia datang berbeda-beda caranya. Ada yang cepat, dan ada yang lambat. Tergantung dari ridho Allah, dan cara kita berdoa. Terkadang kita sering terlupa bahwa doa adalah permohonan dan permintaan hambaNya yang memasrahkan dirinya agar diampuni dosanya, diberikan kemudahan hidup di dunia dan akhirat kelak. Merendahkan diri dihadapan sang penguasa langit dan bumi.

Semoga Allah mengabulkan doa-doa hambaNya yang berserah diri pada saat-saat keheningan sepertiga malam dengan melaksanakan sholat sunah tahajud. Oleh karenanya, jangan lupa pula untuk selalu sadar diri bahwa akan ada hidup sesudah mati. Di dunia ini kita hanyalah seorang pengembara yang singgah sebentar, lalu pergi kembali.

Sudahkah anda rutin melaksanakan sholat tahajud dan menemukan rahasia di dalamnya?

Cara Sholat Tahajud

Cara Sholat TahajudSholat Tahajud adalah sholat sunat yang dikerjakan pada waktu malam, dimulai selepas waktu isya sampai menjelang subuh. Sholat tahajud merupakan jalan yng tepat menuju Allah untuk mencari solusi atas jawaban masalah hidup di dunia ini. Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:

“Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Surga dengan selamat.” (HR Tirmidzi)

“Seutama-utama sholat sesudah sholat fardhu ialah sholat sunnat di waktu malam.” (HR Muslim)

Cara Sholat Tahajud

Selain itu, Allah sendiri juga berfirman:

Pada malam hari, hendaklah engkau sholat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji. (QS Al-Isra’: 79)

Dari Jabir r.a., ia barkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda: Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu setiap malam.” (HR Muslim dan Ahmad)

“Lazimkan dirimu untuk sholat malam karena hal itu tradisi orang-orang saleh sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR Ahmad)

Pembagian Keutamaan Waktu Sholat Tahajud adalah:

~ Sepertiga malam, kira-kira mulai dari jam 19.00 samapai jam 22.00

~ Sepertiga kedua, kira-kira mulai dari jam 22.00 sampai dengan jam 01.00

~ Sepertiga ketiga, kira-kira dari jam 01.00 sampai dengan masuknya waktu subuh.

Niat Sholat Tahajud:

Ushallii sunnatat-tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat sholat sunat tahajud dua rakaat karena Allah”

Sholat Tahajud dilaksanakan dengan Munfarid ( tanpa berjamaah ), minimal dua rakaat dan maksimal tidak terhingga jumlah rakaatnya.

Adapun Cara Sholat Tahajud:

~ Niat shalat Tahajjud didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram.

~ Membaca doa Iftitah

~Membaca surat al Fatihah

~ Membaca salah satu surat didalam al quran. yaitu surat al Kafirun di rakaat pertama dan rakaat ke dua membaca surat al Ikhlas

~ Ruku’ sambil membaca Tasbih tiga kali

~ I’tidal sambil membaca bacaannya

~ Sujud pertama sambil membaca Tasbih tiga kali

~ Duduk antara dua sujud sambil membaca bacaannya

~ Sujud yang kedua sambil membaca Tasbih tiga kali.

~ Setelah selesai rakaat pertama, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali dan rakaat-rakaat selanjutnya sama dilakukan seperti contoh diatas.

Doa yang dibaca setelah sholat tahajud:

Rabbanaa aatina fid-dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa adzaaban-naar.

Artinya: “Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka.”

Dalam hadits Bukhari dinyatakan, bahwa rasulullah jika bangun dari tidurnya di tengah malam lalu bertahajud membaca doa:

Allahumma lakal hamdu anta qayyimus samaawaati walardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu laka mulkus samaawaati wal ardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu nuurus samaawaati wal ardhi, wa lakal hamdu antal haqqu wa wa’dukal-haqqu wa liqaa’uka haqqun wa qauluka haqqun wal-jannatu haqqun, wan naaru haqqun, wan-nabiyyuuna haqqun, wa Muhammadun shallallaahu ‘alaihi wa sallama haqqun, waass’atu haqqun. Allahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alaika tawakaltu wa ilaika anabtu wa bika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfir lii maa qaddamtu, wa maa akhkhartu wa maa asrartu, wa maa a’lantu antal muqaddimu wa antal mu’akhiru la ilaaha illa anta aula ilaaha gairuka wa laa haula quwwata illa billah.

Artinya: “Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Engkaulah penegak langit dan bumi dan alam semesta beserta segala isinya. Bagi-Mulah segala puji, pemancar cahay langit dan bumi. Bagi-Mulah segala puji, Engakaulah yang haq, dan janji-Mu adalah benar, dan surge adalah haq, dan neraka adalah haq, dan nabi-nabi itu adalah haq, dan Nabi Muhammad adalah benar, dan hari kiamat adalah benar. Ya Allah, kepada-Mulah kami berserah diri (bertawakal) kepada Engkau jualah kami kembali, dan kepada-Mulah kami rindu, dan kepada engkaulah kami berhukum. Ampunilah kami atas kesalahan yang sudah kami lakukan dan sebelumnya, baik yang kami sembunyikan maupun yang kami nyatakan. Engkaulah Tuhan yang terdahulu dan Tuhan ynag terakhir. Tidak ada Tuhan melainkan Engkau Allah Rabbul alamin. Tiada daya upaya melainkan dengan pertolongan Allah.”

Setelah itu, perbanyaklah membaca istigfar sebagai berikut:

Astagfirullaahal azhim wa atuubu ilaiih

Artinya: “Kami memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung dan kami pun bertaubat kepada-Nya”

Tips kiat Mudah sholat Malam/Qiyamullail:

~ Aturlah aktivitas di siang hari agar malamnya Anda tidak kelelahan. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap.

~ Makan malam jangan kekenyangan, berdoa untuk bisa bangun malam, dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur.

~ Hindari maksiat, sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri, “Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan.”

~ Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail. Dengan begitu kita termotivasi untuk melaksanakannya.

~ Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

~ Baik juga jika janjian dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone.

~ Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya program tahajud bersama sekali atau dua malam dalam sepekan.

~ Berdoalah kepada Allah swt. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNy

Image

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

 

1.1.  Latar Belakang

Mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) memiliki kewajiban untuk melakukan penelitian ilmiah di bidang ilmunya masing-masing. Rencana penelitian mahasiswa dituangkan dalam bentuk Proposal skripsi, sedangkan hasil penelitian dituangkan dalam Skripsi.

Mahasiswa dapat mengungkapkan pemikirannya lewat karya tulis ilmiah seperti skripsi secara sistematis sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan. Skripsi ini juga merupakan wahana komunikasi hasil penelitian ilmiah dengan masyarakat akademik untuk diuji secara terbuka dan objektif serta mendapatkan koreksi dan kritik.

Selain sebagai wahana komunikasi, skripsi juga merupakan wahana untuk menyajikan nilai-nilai praktis dan teoritis hasil pengkajian dan penelitian ilmiah. Dengan sifat dan kedudukan seperti ini maka skripsi akan memperkaya khasanah keilmuan dan memperkokoh paradigma keilmuan pada bidang yang relevan.

Dengan tetap mengacu kepada permikiran sebagaimana dikemukakan di atas maka skripsi di Fakultas Ekonomi UMSU dapat dikatakan mengemban dua misi utama yaitu :

  1. Sebagai wahana untuk melatih para mahasiswa di dalam mengungkapkan hasil pemikirannya secara sistematis dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
  2. Memberikan konstribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan khususnya pengetahuan dalam bidang ekonomi.

Agar proses penelitian dan penyusunan skripsi berjalan dengan baik maka disusunlah buku pedoman ini untuk memberikan suatu pedoman umum kepada para mahasiswa dalam melakukan penulisan ilmiah.

 

1.2.  Prosedur Penyusunan Skripsi

Prosedur penyusunan skripsi adalah tahapan-tahapan yang harus dilakukan mahasiswa selama melakukan penelitian. Prosedur tersebut dikelompokkan menjadi 3 bagian yakni: a). pengajuan judul penelitian; b). seminar proposal penelitian; dan 3). sidang meja hijau.

  1. Pengajuan Judul Penelitian

Pengajuan judul penelitian merupakan proses mendiskusikan topik/tema penelitian kepada pimpinan program studi dan calon dosen pembimbing. Langkah-langkah pengajuan judul penelitian adalah sebagai berikut:

1)      Mahasiswa telah menempuh 110 beban SKS dan lulus mata kuliah Metodologi Penelitian minimal C, dibuktikan dengan transkrip nilai terakhir.

2)      Mahasiswa telah mengikuti praseminar minimal 3 kali, dibuktikan dengan kartu seminar.

3)      Mahasiswa membawa draft kerangka pemikiran penelitian kepada pimpinan program studi untuk didiskusikan, beserta literatur pendukung yang relevan dengan topik penelitian (minimal 3 literatur).

4)      Mahasiswa mendiskusikan topik penelitian kepada calon pembimbing penelitian.

5)      Mahasiswa mengurus surat penelitian pendahuluan (prariset) untuk mengidentifikasi masalah ke lokasi penelitian.

6)      Mahasiswa menyusun proposal dan mendiskusikannya kepada calon dosen pembimbing.

7)      Mahasiswa mendaftarkan/mengagendakan judul penelitian kepada pimpinan program studi.

  1. Seminar Proposal Penelitian

1)      Mendaftarkan diri untuk mengikuti seminar proposal selambat-lambatnya 1 bulan setelah mendaftarkan/mengagendakan judul penelitian.

2)      Mengikuti seminar proposal.

3)      Menyempurnakan proposal berdasarkan rekomendasi dari hasil seminar proposal.

4)      Mengesahkan proposal kepada Dosen Pembimbing, Pembanding, dan Pimpinan Program Studi dan Pembantu Dekan I, selambat-lambatnya 1 bulan dari masa seminar proposal.

  1. Pengajuan Sidang Meja Hijau

1)      Mendaftarkan diri untuk mengikuti sidang meja hijau selambat-lambatnya 6 bulan setelah pengesahan proposal penelitian.

2)      Mengikuti sidang meja hijau.

3)      Mengesahkan skripsi hasil sidang meja hijau kepada dosen pembimbing, penguji, Dekan dan Pembantu Dekan I.

Prosedur penyusunan skripsi di atas harus ditaati dengan ketat oleh mahasiswa agar dapat menyelesaikan studi tepat pada waktunya.


BAB II

PROPOSAL SKRIPSI

 

 

 

2.1. Pengertian Proposal Penelitian Skripsi

Proposal penelitian untuk skripsi merupakan suatu rancangan penelitian yang akan dilakukan sebagai bahan utama penulisan skripsi mahasiswa. Rancangan ini harus diseminarkan untuk penyempurnaan sehingga akan sangat membantu mahasiswa dalam melaksanakan penelitian di lapangan sekaligus membantu kelancaran mengumpulkan bahan skripsinya.

 

2.2. Karakteristik Proposal Skripsi

Proposal penelitian mahasiswa memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut :

  1. Merupakan suatu rancangan pokok penelitian yang akan dilakukan guna mengumpulkan bahan penulisan skripsi.
  2. Memperlihatkan kemampuan mahasiswa terhadap permasalahan yang akan diteliti dan pendekatan atau metode yang digunakan dalam penelitian tersebut.
  3. Ruang lingkup proposal sesuai dengan bidang kajian akademis mahasiswa.
  4. Rancangan penelitian mengacu kepada permasalahan aktual dan memiliki kontribusi bagi pengembangan ilmu maupun kepentingan praktisi di lapangan.

 

2.3. Sistematika Proposal

Rancangan atau proposal penelitian untuk skripsi mahasiswa terdiri dari beberapa bagian sebagai berikut :

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I.          PENDAHULUAN

  1. Latar belakang masalah
  2. Identifikasi masalah
  3. Batasan dan rumusan masalah
  4. Tujuan dan manfaat penelitian.

BAB II.                  LANDASAN TEORI

  1. Uraian teori
  2. Kerangka konseptual (jika ada)
  3. Hipotesis (jika ada)

BAB III.         METODE PENELITIAN

  1. Pendekatan penelitian
  2. Definisi operasional variabel
  3. Tempat dan waktu penelitian
  4. Populasi dan sampel
  5. Teknik pengumpulan data
  6. Teknik analisis data

DAFTAR PUSTAKA

 

Penjelasan setiap bab dan subbab dari sistematika proposal di atas selanjutnya dapat dipahami pada bab III (skripsi) di dalam buku pedoman ini.


BAB III

S K R I P S I

 

 

 

3.1. Pengertian Skripsi

Skripsi merupakan karya ilmiah akhir dari mahasiswa guna menyelesaikan program S1 di Fakultas Ekonomi UMSU. Skripsi tersebut sebagai bukti kemampuan akademis mahasiswa yang berhubungan dengan penelitian dan pemecahan masalah-masalah bidang ekonomi. Atas dasar itu maka skripsi yang disusun mahasiswa harus dipertahankan dalam suatu ujian akhir guna mencapai gelar Sarjana Ekonomi.

 

3.2. Karakteristik Skripsi

Beberapa karakteristik pokok yang perlu dimiliki dalam penyusunan skripsi mahasiswa, antara lain :

  1. Disusun berdasarkan hasil kajian literatur dan atau pengamatan lapangan.
  2. Ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar berdasarkan ejaan yang disempurnakan.
  3. Bidang kajian difokuskan kepada permasalahan ekonomi dan upaya pemacahannya, baik dalam lingkup mikro maupun makro.

 

3.3. Sistematika Skripsi

Skripsi yang disusun mahasiswa terdiri dari tiga bagian pokok seperti berikut ini.

a. Bagian Awal

  1. Sampul
  2. Halaman judul
  3. Halaman pengesahan
  4. Halaman pernyataan
  5. Halaman abstrak
  6. Halaman kata pengantar
  7. Halaman daftar isi
  8. Halaman daftar tabel
  9. Halaman daftar gambar
  10. Halaman daftar lampiran

b. Bagian Inti

  1. Bab I.            Pendahuluan
  2. Bab II.          Landasan Teori
  3. Bab III. Metode Penelitian
  4. Bab IV.         Hasil Penelitian dan Pembahasan
  5. Bab V.          Kesimpulan dan Saran

c. Bagian Akhir

  1. Daftar pustaka
  2. Daftar riwayat hidup
  3. Lampiran-lampiran

 

 

3.4. Penjelasan Sistematika

Penjelasan berikut ini bertujuan agar memudahkan pemahaman mahasiswa dalam menyusun laporan hasila penelitian atau skripsi dengan baik.

  1. Bagian Awal

1).    Sampul

Sampul skripsi dari karton berwarna kuning kunyit (untuk program studi Manajemen, Akuntansi dan Studi Pembangunan) dan warna merah untuk program studi Manajemen Perpajakan (D3). Halaman sampul memuat judul skripsi, logo lembaga, nama lengkap, NPM penulis, lembaga serta tempat dan tahun (lihat lampiran).

2).    Halaman Judul

Halaman ini memuat judul skripsi dan seterusnya sebagaimana halnya halaman sampul. Pada halaman judul ini dituliskan pula maksud dari penulisan skripsi yakni untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi UMSU (lihat lampiran).

3).    Halaman Pengesahan

Pada halaman ini berisi judul skripsi, nama penulis, NPM serta pihak yang mengesahkan (para pembimbing skripsi) dan diketahui oleh ketua jurusan. Nama pembimbing dan ketua jurusan ditulis lengkap dengan gelarnya.

4).    Halaman Pernyataan

Pada halaman ini berisi pernyataan mahasiswa tentang orisinalitas penelitian dan sanksi pelanggaran (lihat lampiran).

5).    Abstrak

Abstrak merupakan uraian singkat tetapi lengkap dan ditulis dalam bahasa Indonesia. Abstrak terdiri dari dua bagian yaitu bagian identitas yang berisi nama penulis, nomor pokok mahasiswa, judul skripsi dan tahun penulisan serta bagian isi abstrak yang berisi uraian singkat tentang tujuan penelitian, pendekatan yang digunakan, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, hasil penelitian dan kata kunci (keyword).

Bagian identitas abstrak diketik hanya dengan satu spasi, nama penulis diketik dengan huruf besar, sedangkan judul hanya huruf awal dari setiap kata yang diketik dengan huruf besar kecuali kata sambung. Bagian isi abstrak diketik dengan satu spasi dan panjang abstrak tidak lebih dari 200-400 kata (lihat lampiran).

6).    Kata Pengantar

Kata pengantar berisi uraian yang mengantarkan penulis kepada permasalahan yang dikajinya. Dalam kata pengantar ini penulis dapat mencantumkan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah berjasa atau membantu penyelesaian skripsinya.

7).    Daftar Isi

Daftar isi ditulis secara rinci memuat sistematika skripsi dengan menyertakan halaman pada sudut kanan. Jarak antar bab adalah dua spasi, sedangkan antar sub bab berjarak satu spasi. Judul bab ditulis dengan huruf besar dan sub bab hanya huruf awalnya saja yang ditulis dengan huruf besar kecuali kata sambung (lihat lampiran).

8).    Daftar Tabel

Daftar tabel memuat nomor tabel, nama tabel dan halaman yang diletakkan pada sudut kanan. Nomor tabel ditulis terdiri dari dua kelompok, angka pertama dengan angka romawi menunjukkan bab dan angka berikutnya dengan angka arab setelah tanda pemisah menunjukkan nomor tabel. Contoh tabel nomor 1 para bab II diberi nomor “II-1”. Jarak antar tabel diketik dua spasi dan untuk judul yang menggunakan lebih dari satu baris diketik satu spasi.

9).    Daftar Gambar

Daftar bagan, gambar, grafik, peta diketik seperti daftar tabel. Daftar isi, daftar tabel dan daftar bagan masing-masing ditulis pada halaman tersendiri.

  1. Bagian Inti

1).    Bab I. Pendahuluan

Pendahuluan merupakan bagian awal skripsi yang memberikan gambaran tentang :

a)      Latar belakang masalah

Latar belakang masalah adalah bagian yang mengemukakan arti penting mengapa penelitian dilakukan berdasarkan konsep-konsep ilmiah dan atau data-data empiris yang diperoleh dari penelitian pendahuluan (prariset).

b)      Identifikasi masalah

Identifikasi masalah merupakan bagian yang mengemukakan permasalahan-permasalahan berdasarkan penelitian pendahuluan (prariset) yang disimpulkan dari kajian-kajian di dalam latar belakang masalah.

c)      Batasan dan rumusan masalah

(1)   Batasan masalah berisi tentang ruang lingkup masalah yang akan menjadi fokus kajian penelitian dari sekian banyak masalah yang teridentifikasi. Bagian ini juga dapat memuat tentang batasan lainnya yang relevan.

(2)   Rumusan masalah penelitian adalah bagian yang berisi tentang pertanyaan-pertanyaan penelitian untuk mengarahkan kemana sebenarnya penelitian akan ditujukan.

d)      Tujuan dan manfaat penelitian latar belakang masalah

(1)   Tujuan penelitian relevan dengan rumusan masalah, tujuan penelitian mengemukan segala hal yang ingin dicapai oleh mahasiswa di dalam penelitiannya.

(2)   Manfaat penelitian berisi tentang segala hal yang dapat berguna apabila tujuan penelitian telah tercapai.

 

 

 

 

 

 

 

 

2).    Bab II.      Landasan Teori

Bab ini terdiri dari tiga bagian yang saling berkaitan yaitu kajian teori yang harus diuraikan secara cermat, kerangka konseptual dan hipotesis (bagi penelitian yang menggunakan hipotesis).

a)   Kajian teoritis

Bab ini berisi kutipan referensi atau teori-teori yang relevan dengan permasalahan yang dikaji. Di dalamnya dapat dikemukakan hal-hal yang sejalan atau bertentangan dengan pendapat atau teori lain sehingga jelas alasannya mengapa suatu teori tersebut digunakan oleh penulis. Penelitian terdahulu yang relevan juga diperlukan pada bagian ini.

b)      Kerangka konseptual

Bagian ini memperlihatkan kaitan antar variabel yang akan diteliti yang diperkuat dengan teori atau fakta empiris. Untuk penelitian yang bersifat deskriptif (variabel mandiri) maka subbab ini tidak perlu dikemukakan.

c)      Hipotesis

Hipotesis dirumuskan berdasarkan kerangka konseptual yang selanjutnya harus diuji kebenarannya melalui analisis data penelitian. Untuk penelitian yang bersifat deskriptif (variabel mandiri) maka subbab ini tidak perlu dikemukakan.

3).    Bab III.     Metode Penelitian

Bab ini berisi metode-metode yang digunakan dalam penelitian, antara lain meliputi :

a).    Pendekatan penelitian

Pendekatan penelitian merupakan penjelasan tentang jenis penelitian yang digunakan. Misalnya pendekatan kuantitatif atau kualitatif; pendekatan deskriptif, asosiatif atau komparatif; dan sebagainya.

b).    Definisi operasional variabel

Definisi operasional bertujuan untuk mengoperasionalisasikan variabel dalam bentuk ukuran-ukuran dari variabel penelitian, misalnya dimensi/indikator/kriteria tertentu berdasarkan rujukan dari suatu referensi.

c).    Tempat dan waktu penelitian

Bagian ini mengemukakan tempat atau lokasi dimana penelitian dilakukan. Selain itu perlu pula dikemukakan waktu penelitian menurut tahapan penelitian yang disajikan di dalam tabel jadwal penelitian.

d).    Populasi dan sampel

Populasi penelitian berisi tentang apa atau siapa target populasi penelitian, dan  berapa jumlah elemen populasi (jika diketahui).  Sampel penelitian memuat tentang teknik pengambilan sampel yang digunakan, unit sampel, dan penentuan jumlah sampel berdasarkan rumus atau tabel-tabel tertentu (jika diperlukan). Apabila penelitian tidak menggunakan sampel maka subbab ini diganti dengan subbab “sumber data”, berisi tentang data primer, data sekunder, atau kedua-duanya.

e).    Teknik pengumpulan data

Teknik pengumpulan data merupakan bagian yang berisi tentang cara mengumpulkan data penelitian dan instrumennya, misalnya angket, wawancara, observasi, studi dokumentasi, atau kombinasi dari keempatnya.

f).      Teknik analisis data

Bagian ini mengemukakan cara menganalisis data penelitian untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalam rumusan masalah. Hal-hal penting yang perlu dikemukakan di bagian ini adalah mengenai: jenis analisis data penelitian, alat-alat uji statistik yang relevan (jika ada), cara penarikan kesimpulan  atau kriteria pengujian hipotesis (jika ada).

4).    Bab IV.     Hasil Penelitian dan Pembahasan

      Bab ini terdiri dari dua bagian besar yaitu :

a).    Hasil penelitian

Bagian ini mendeskripsikan data untuk setiap variabel penelitian berdasarkan data yang telah dikumpulkan selama proses pengumpulan data.

b).    Pembahasan

Pada bagian ini penulis membahas atau menganalisis hasil penelitian berdasarkan data yang telah dideskripsikan sebelumnya, serta membandingkannya dengan teori-teori atau penelitian-penelitian yang relevan. Bagi penelitian yang menggunakan hipotesis maka perlu dilakukan pengujian hipotesis di dalam bagian ini. Pembahasan penelitian harus pula mampu membahas dan menjawab segala pertanyaan yang ada di dalam rumusan masalah.

5).    Bab V.      Kesimpulan dan Saran

      Bab ini berisi tentang dua bagian, yaitu:

a). Kesimpulan

b).    Saran

Kesimpulan berisi jawaban dari seluruh rumusan masalah penelitian berdasarkan hasil pembahasan pada bab sebelumnya. Selanjutnya, penulis dapat memberikan memberikan saran-saran atau rekomendasi berdasarkan hasil temuan yang ada di dalam kesimpulan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Bagian Akhir

1).    Daftar Pustaka

Daftar pustaka hanya berisi sumber-sumber tertulis yang dikutip dan digunakan dalam skripsi, karena itu sumber tertulis lain yang tidak dikutip meskipun pernah dibaca penulis dalam kaitannya dengan penulisan skripsinya tidak perlu dimasukkan dalam daftar pustaka.

2).    Daftar Riwayat Hidup

Riwayat hidup penulis ditulis dapat dalam bentuk butir per butir maupun dalam bentuk essai padat yang antara lain memuat nama, tempat dan tanggal lahir, data orang tua penulis, riwayat pendidikan, pengalaman kerja dan tanda penghargaan yang pernah diterima.

3).    Lampiran-lampiran

Lampiran berisi dokumen yang berhubungan dengan variabel penelitian, instrumen atau alat pengumpul data, ringkasan hasil pengolahan data, peta atau gambar termasuk gambaran umum perusahaan, struktur organisasi dan deskripsi kerja. Setiap lampiran diberi nomor urut dan masing-masing diberi judul.

 

 

 

 

 


BAB IV

TEKNIK PENULISAN

 

 

 

4.1. Lembar Kerja dan Pengetikan

  1. Kertas

Kertas yang digunakan ialah A4 (21,0 x 29,7 cm), 80 gram .

  1. Bidang Kerja/Marjin

Bidang kerja/marjin yang digunakan pada kertas adalah 4 cm dari sisi kiri dan 3 cm masing-masing dari sisi kanan, sisi atas dan sisi bawah kertas. Khusus untuk halaman dengan judul bab sisi atas diberi jarak 4 cm.

  1. Pengetikan

Skripsi harus diketik dengan komputer menggunakan program pengolah kata dengan jenis huruf Times New Roman berukuran memiliki 12 pt. Naskah diketik dua spasi kecuali untuk hal-hal khusus sebagaimana dijelaskan pada bagian Teknik Penulisan. Awal paragraf dimulai 0,5 inchi ke dalam atau pada ketukan ke enam dari batas marjin kiri. Judul tabel, judul gambar dan sejenisnya diketik satu spasi. Judul tabel ditulis di atas tabel sedangkan judul bagan, gambar ataupun grafik ditulis pada bagian bawah. Kata lanjutan setelah tanda koma, titik koma atau titik dua diketik dengan jarak satu karakter dari tanda koma. Kalimat lanjutan setelah tanda titik sebaiknya diketik dengan jarak dua karakter dari tanda titik kalimat sebelumnya.

  1. Ilustrasi

Ilustrasi seperti gambar, bagan ataupun tabel harus ditulis pada kertas naskah. Judul gambar/bagan ditempatkan di bawah gambar, sedangkan judul tabel ditempatkan di atas tabel. Ilustrasi tersebut tidak boleh menggunakan kertas grafik atau kertas lain yang ditempelkan pada kertas naskah (kecuali foto atau bahan cetakan).

  1. Nomor Halaman

Halaman sampul, judul dan pengesahan tidak dinomori. Halaman abstrak diberi nomor dengan angka arab dan diapit dua tanda kurung. Halaman kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar lampiran diberi nomor dengan angka romawi kecil i, ii dan seterusnya. Nomor halaman abstrak, kata pengantar, daftar isi, daftar bagan atau gambar diletakkan di tengah bawah dari naskah.

Untuk halaman naskah yakni dari halaman pendahuluan sampai halaman daftar pustaka serta lampiran-lampiran diberi nomor dengan angka arab tanpa menggunakan titik. Nomor halaman untuk naskah (pendahuluan sampai daftar pustaka dan lampiran) diletakkan pada sudut kanan atas naskah, kecuali untuk halaman-halaman yang memuat judul bab dan daftar pustaka yang harus diletakkan di tengah bawah dari naskah. Setiap judul bab harus dimulai pada halaman baru.

 

 

 

 

4.2. Teknik Penulisan

  1. Angka dan Satuan

Pada awal kalimat tidak dibenarkan menggunakan angka atau lambang. Angka biasanya digunakan untuk menyatakan tanggal, nomor halaman, persentase dan waktu, contohnya : tanggal 1 Mei 2007; halaman 25; 50 %; pukul 14.00 dan sebagainya. Jika dalam suatu kalimat harus diawali dengan suatu lambang atau angka maka harus ditulis dengan huruf, contohnya : Satu kilogram bahan “X” membutuhkan tempat seluas 50 cm2 pada meja itu.

Ukuran ataupun jumlah dapat menggunakan angka sedangkan satuan dapat disingkat tanpa memberi tanda titik pada akhir singkatannya, seperti : 5 cm, 220 V, 10 kg, 10 ha, 8 km dan seterusnya. Untuk angka besar dapat juga menggunakan kombinasi angka dan huruf, contohnya : 1.500.000 ditulis menjadi 1,5 juta.

Hasil pengukuran atau suatu jumlah harus ditulis dengan huruf bila kurang dari 10 dan ditulis dengan angka untuk 10 atau lebih, misalnya : dua orang, tujuh mahasiswa, 10 buah buku. Jika menytakan suatu rangkaian atau deretan dapat menggunakan angka, misalnya ; Pemberian libur kepada karyawan adalah 10 hari, 6 hari dan 4 hari masing-masing untk golongan I,II dan untuk golongan III.

Rumus dan kalimat-kalimat matematika dapat ditulis dengan angka atau simbol-simbol. Apabila rumus atau kalimat matematika tersebut hanya terdiri dari satu baris maka penulisannya harus ditempatkan di tengah-tengah.

  1. Singkatan

Singkatan yang boleh digunakan adalah singkatan yang sudah resmi atau lazim digunakan. Untuk menulis singkatan, pertama sekali harus ditulis secara lengkap kemudian diikuti dengan singkatan resminya yang diletakkan di dalam tanda kurung, contoh : Fakultas Ekonomi (FE) merupakan fakultas favorit untuk Perguruan Tinggi di Sumatera Utara. Penulisan selanjutnya dapat hanya menggunakan singkatan FE saja.

  1. Penulisan Judul

1)      Judul skripsi (pada halaman judul dan sampul) ditulis dengan huruf kapital di tengah atas, jika judul lebih dari satu baris harus diketik berbentuk piramid terbalik.

2)      Judul bab ditulis dengan huruf kapital diletakkan pada atas tengah halaman dan nomor bab ditulis dengan angka romawi.

3)      Judul sub bab ditulis pada marjin kiri dan didahului dengan huruf urutan (kapital). Jarak sub bab ialah empat spasi di bawah judul bab, huruf pertama setiap kata dalam judul sub bab ditulis dengan huruf kapital kecuali kata sambung. Jarak sub bab dengan teks berikutnya tiga spasi, demikian juga jarak teks dengan sub bab di bawahnya. Berikut ini diberikan contoh penulisan bab dan sub-sub bab yang digunakan.

 

 

Contoh :

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang Masalah

———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–

Nomor sub-sub bab ditulis dengan cara seperti berikut :

  1. —————–
    1. ——————-

a. ——————-

1). —————-

a). ————-

(1)   ————

 

  1. Paragraf Baru

Paragraf baru harus ditulis menjorok ke dalam sebanyak 6 ketukan (0,5 inchi dari marjin kiri). Jangan memulai awal paragraf pada baris terakhir halaman, sebaiknya pula baris terakhir suatu paragraf tidak boleh ditempatkan pada baris awal halaman berikutnya.

  1. Suku kata

Pemenggalan suku kata harus didasarkan menurut tata bahasa yang dibakukan, pemenggalan suku kata menurut program pengolah kata komputer umumnya menggunakan aturan asing sehingga selalu tidak sesuai dengan tata cara pemenggalan kata dalam bahasa Indonesia.

  1. Kutipan

1)      Kutipan langsung (dari sumber pertama) ditulis dengan menggunakan dua tanda petik (“).  Untuk kutipan kurang dari empat baris ditulis biasa dengan dua spasi digabung dalam paragraf, jika kutipan empat baris atau lebih maka ditulis satu spasi dan menjorok ke dalam empat ketukan dari marjin kiri dan empat ketukan dari marjin kanan.

2)      Kutipan dari sumber ke dua ditulis tetap mengacu kepada sumber pertama dengan menyebutkan sumber kedua yang mengutipnya. Cara penulisannya sama seperti halnya untuk kutipan langsung.

3)      Kutipan yang dinyatakan dengan bahasa penulis sendiri (hanya mengutip pokok-pokok pikiran) ditulis dua spasi dan digabung ke dalam paragraf tetapi dengan menyebutkan sumber kutipan.

4)      Cara menulis sumber kutipan dapat dibedakan dalam dua macam.

Pertama :       Jika sumber kutipan ditulis mendahului kutipan, cara penulisannya ialah nama penulis lalu diikuti tahun penerbitan dan halamam yang keduanya diletakkan dalam tanda kurung.            Contoh : Moh. As’ad (2006, hal 6) menyatakan …………………..

 

Kedua :         Jika sumber kutipan diletakkan setelah kutipan maka penulisannya ialah nama penulis, tahun penerbitan dan halamam yang semuanya dalam tanda kurung. Contoh : Disiplin kerja dapat diartikan sebagai …….(Simamora, 2005, hal. 12)

Penulisan sumber kutipan boleh ditempatkan di awal atau di akhir kalimat kutipan, asalkan dilakukan dengan konsisten.

5)      Jika penulis terdiri dari dua orang, nama keluarga dari penulis tersebut harus disebutkan, sebagai contoh: (Reksohadiprodjo dan Handoko, 2007, hal. 10).

6)      Jika penulis terdiri lebih dari dua orang, maka cara menulisnya ialah nama keluarga dari penulis pertama dan diikuti dengan et al atau dkk. serta tahun penerbitan dan halaman.

Contoh :

Sanders, et al (2005, hal. 15)  menyatakan … (penulis asing)

Pasaribu, dkk. (2005, hal. 20) menyatakan … (penulis dalam negeri)

7)      Jika bahan kutipan dibahas oleh banyak penulis dengan sumber berbeda maka penulisannya harus menyertakan nama para penulis dan tahun penerbitannya dan diletakkan di dalam tanda kurung, contoh : Produktivitas kerja diartikan sebagai … (Fraser, 2002; Lathan, 2004; Simamora 2006,1996).

8)      Jika sumber kutipan ditulis oleh seorang penulis sama banyak sumber dan tahun penerbitan yang sama maka cara menulisnya adalah dengan menambah huruf a, b dan seterusnya setelah tahun penerbitan, contoh : (Setiawan, 2007a;  Setiawan, 2007b).

9)      Jika sumber kutipan berasal dari sumber elektronis misalnya internet, cara penulisan sama dengan cara di atas (nama penulis, tahun, halaman).

  1. Daftar Pustaka

Banyak model atau tata cara penulisan daftar pustaka. Dalam pedoman ini komponen yang harus ditulis dalam daftar pustaka ialah nama penulis (nama keluarga diletakkan di depan dan tanpa gelar), tahun penerbitan yang diletakkan dalam kurung, judul sumber pustaka (cetak miring), kota tempat penerbit dan nama penerbit.

Baris pertama tiap pustaka ditulis pada marjin kiri dan baris berikutnya ditulis menjorok ke dalam enam ketukan dari marjin kiri. Jarak baris daftar pustaka adalah satu spasi sedangkan jarak sumber pustaka dengan sumber pustaka lainnya dua spasi.

Cara penulisan daftar pustaka dapat dibedakan menurut sumber yang digunakan.

1)      Jurnal, Majalah.

Jika jurnal sebagai sumber pustakanya maka harus ditulis nama penulis, tahun penerbitan (dalam tanda kurung), judul artikel (ditulis di antara dua tanda petik), nama jurnal (cetak miring), tempat penerbit, nomor edisi.

 

 

 

      Contoh :

Azuar Juliandi (2004). “Hubungan  Gaya  Kepemimpinan  Beorientasi Konsiderasi  dan Stuktur Tugas  dengan Kepuasan Kerja Pegawai Kantor X Belawan”. Jurnal Manajemen dan Bisnis, Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Vol. 4 No. 1, April 2004.

Pasaribu, Hazmanan Khair (2004). “Pemberdayaan Sumber Daya Manusia dalam Upaya Meningkatkan Produktivitas Usaha”, Jurnal Manajemen dan Bisnis, Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Vol. 4 No. 1, April 2004.

2)      Surat Kabar

Urutan penulisannya ialah nama penulis, tahun penerbitan (dalam tanda kurung), judul artikel (ditulis di antara dua tanda petik), nama surat kabar (cetak miring), waktu penerbitan dan kota tempat penerbit.

Nn (2007). “Harga Terus Naik, Pemerintah Agendakan Operasi Pasar”. Harian Waspada, 30 April 2007, Medan.

Cahyo Pramono (2007). “Inspirasi Bisnis”. Harian Waspada, 30 April 2007, Medan.

3)      Buku

Penulisan daftar pustaka jika sumbernya berbentuk buku adalah nama penulis, tahun penerbitan (dalam tanda kurung), judul buku (cetak miring), kota tempat penerbit. Antara komponen dipisahkan dengan tanda titik kecuali nama kota dan penerbit yang dipisahkan dengan titik dua.

Jika penulisnya terdiri dari dua orang maka keduanya harus dituliskan yang didahului dengan nama keluarga, tetapi jika penulisnya lebih dari dua orang maka hanya nama keluarga dari penulis pertama yang ditulis dan diikuti dengan et al.

Jika seorang penulis memiliki lebih dari satu pustaka yang dikutip, penulisan nama hanya pada pustaka pertama sedangkan berikutnya cukup dengan menarik garis sepanjang nama tersebut. Untuk tahun penerbitan yang sama harus dibedakan dengan menambah a, b dan seterusnya setelah tahun penerbitan.

      Contoh :

Musselman, A.V dan John H. Jacson (2004). Introduction Modern Bussiness. (Terje-mahan oleh  Kusuma Wiriadisastra), New York : Prentice Hall Inc.

Ebbert, J et al. (2003). Bussiness Essentiala. New Jersey: Prentice Halll, Inc.

      Saifuddin Azwar (2005a). Penyusunan Skala Psikologi (edisi VII). Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

      ………….  (2005b). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

 

 

 

 

 

4)      Pustaka yang Tidak Dipublikasikan

Pustaka yang tidak dipublikasikan seperti skripsi, tesis ataupun disertai jika dijadikan sumber pustaka maka penulisannya adalah nama penulis, tahun penerbitan (dalam tanda kurung), judul pustaka (cetak miring), jenis pustaka dan lembaga, serta keterangan tidak dipublikasikan.

Jika sumber pustaka berupa makalah, penulisannya adalah nama penulis, tahun penerbitan (dalam tanda kurung), judul makalah (diapit tanda petik), nama kegiatan dimana makalah diperuntukkan, kota tempat kegiatan.

     Contoh :

      Rambe, Muis Fauzi (1997). Analisis Proficiency Kerja Karyawan Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan dan Pengalaman: Studi Komparatif di PT. Pelindo I Cabang Belawan. Tesis S2, PPS STIE Ganesha. Jakarta. Tidak Dipublikasikan.

Sriadhi (2007). Penerapan Strategi Penugasan terstruktur dan Kreativitas untuk Peningkatan Hasil Belajar Mahasiswa dalam Mataka Kuliah Statistika dan Probabilitas. Teaching Grant Asia Developpment Bank, TPSDP-ADB Loan, Yogyakarta.

5)      Internet

                 Bahan pustaka yang diperoleh dari internet dapat ditulis dengan mengurutkan nama penulis, tahun penulisan (dalam tanda kurung), judul tulisan (cetak miring), alamat website, waktu mengakses bahan tersebut (dalam tanda kurung).

                 Jika bahan pustaka merupakan bagian dari kumpulan beberapa tulisan atau folder/bagian website, penulisannya adalah nama penulis, tahun penulisan (dalam tanda kurung), judul tulisan (dalam tanda petik), judul kelompok dimana tulisan tersebut disajikan (cetak miring), alamat website, waktu mengakses bahan tersebut (dalam tanda kurung).

Contoh:

World Trade Organization (2007). “Enam Negara Utama Optimis Soal Perundingan Perdagangan Global”. http://www.voanews.com. Diakses 10 Mei 2007.

      Proyogo P. Harto dan Evi Ratnasari (2007). “Membedah Kiat Bisnis Keluarga”. Strategi dan Inovasi. http://www.wartaekonomi.com. Diakses 10 Mei 2007.

 

 

 

 

     

 

Lampiran I. Contoh halaman judul

 

PENGARUH    MODAL   KERJA   TERHADAP

PEROLEHAN LABA PADA PT. MAJU JAYA

PERMAI MEDAN

 

 

 

 

 

 

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Program Studi …………………………..

 

 

 

 

 

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
   

 

Oleh

 

N a m a                        :  Muhammad Iqbal

N P M                         : ………………………..

                                                                                      Program Studi : …………………………..

 

 

 

 

 

 
   

 

FAKULTAS  EKONOMI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

M E D A N

2009

                                                                                                           

Lampiran II: Contoh abstrak

 

ABSTRAK

 

Andri Susmita. NPM. 06061000367. Dampak Kepuasan Kerja terhadap Komitmen Organisasi Karyawan PT. X Medan, 2009. Skripsi.

 

 

——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————– dst.

 

Kata Kunci: Kepuasan kerja, kondisi kerja, supervisi, komitmen organisasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(1)

Lampiran III. Contoh tabel & gambar

 

Tabel II – 1. Distribusi Data Produktivitas Kerja Karyawan

             PT. Maju Jaya Permai

 

No.

Kelas Interval

Fa

Fr

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jumlah

 

 

 

(contoh gambar)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar II.1.. …………………………………….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                                                

 

 Lampiran IV. Contoh Daftar Pustaka

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Azuar Juliandi (2004). “Hubungan  Gaya  Kepemimpinan  Beorientasi Konsiderasi  dan Stuktur Tugas  dengan Kepuasan Kerja Pegawai Kantor X Belawan”. Jurnal Manajemen dan Bisnis, Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Vol. 4 No. 1, April 2004.

Bambang Satriawan (2005). Persepsi Akuntan Pendidik dan Mahasiswa Akuntansi terhadap Kode Etik Akuntan di Indonesia. Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis, Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Vol. 5 No. 1, Juli 2005.

Cahyo Pramono (2007), “Inspirasi Bisnis” Harian Waspada, 30 April 2007, Medan.

Ebbert, J et al .(2003), Bussiness Essentiala, New Jersey : Prentice Halll, Inc.

Musselman, A.V dan John H. Jacson (2004), Introduction Modern Bussiness, (Terjemahan oleh  Kusuma Wiriadisastra), New York : Prentice Hall Inc.

Nn (2007), “Harga Terus Naik, Pemerintah Agendakan Operasi Pasar”, Harian Waspada, 30 April 2007, Medan.

Pasaribu, Hazmanan Khair (2004). “Pemberdayaan Sumber Daya Manusia dalam Upaya Meningkatkan Produktivitas Usaha”, Jurnal Manajemen dan Bisnis, Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Vol. 4 No. 1, April 2004.

Prayogo, P. Harto dan Evi Ratnasari (2007), “Membedah Kiat Bisnis Keluarga”, Strategi dan Inovasi, http://www.wartaekonomi.com, Diakses 10 Mei 2007.

Rambe, Muis Fauzi (1977), Analisis Proficiency Kerja Karyawan Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan dan Pengalaman : Studi Komparatif di PT. Pelindo I Cabang Belawan, Tesis S2, PPS STIE Ganesha, Jakarta, Tidak Dipublikasikan.

Saifuddin Azwar. (2005a). Penyusunan Skala Psikologi (edisi VII). Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

………… (2005b). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Sriadhi (2006), Penerapan Strategi Penugasan terstruktur dan Kreativitas untuk Peningkatan Hasil Belajar Mahasiswa dalam Matakuliah Statistika dan Probabilitas, Teaching Grant, Asia Development Bank (TPSDP-ADB Loan), Yogyakarta.

World Trade Organization (2007), Enam Negara Utama Optimis Soal Perundingan Perdagangan Global, http://www.voanews.com, Diakses 10 Mei 2007.

Widia Astuty (2008). “Pengaruh Pelaksanaan Bauran Penjualan Eceran terhadap Pengambilan Keputusan Pembelian dari Konsumen pada Pasar Swalayan di Kota Medan”. Jurnal Madani, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Vol. 23 No. 2, 2008.

Lampiran V. Contoh  Lembar Berita Acara Seminar Proposal

 

BERITA ACARA SEMINAR PROPOSAL

ÉOó¡Î0 «!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOŠÏm§9$#

 

            Pada hari ini Selasa tanggal …………., telah diselenggarakan Seminar Proposal mahasiswa atas nama:

Nama Lengkap                         :

N.P.M.                                                            :

Program Studi                          :

Konsentrasi                                          :

Alamat Rumah                          :

Judul Penelitian                         :

 

Item

Komentar

Judul

………………………………………………………..

 

Bab I

………………………………………………………..

 

Bab II

………………………………………………………..

 

Bab III

………………………………………………………..

 

Lainnya

………………………………………………………..

 

Kesimpulan

 

Perbaikan minor

Perbaikan mayor

£

£

Seminar Ulang

 

£

 

Medan, …………………………

TIM SEMINAR

Ketua Program Studi

 

 

…………………………………

Sekretaris Program Studi

 

 

…………………………………

Pembimbing

 

 

…………………………………

Pembanding

 

 

…………………………………


Lampiran VI. Contoh  Lembar Pengesahan Proposal

 

PENGESAHAN PROPOSAL

 

ÉOó¡Î0 «!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOŠÏm§9$#

 

                Berdasarkan hasil seminar proposal yang diselenggarakan pada:

                Hari                                                                                         : …………………………..

                Tanggal                                                                 : …………………………..

                menerangkan bahwa            :

                Nama Lengkap                                                      : …………………………..

N.P.M.                                                                    : …………………………..

                Program Studi                                                       : …………………………..

Judul Penelitian                                    : …………………………………………………………

                                                                                                  …………………………………………………………

 

Proposal dinyatakan sah dan memenuhi syarat untuk menulis skripsi dengan pembimbing: …………………………..

 

Medan, ……………………………………

TIM SEMINAR

Ketua Program Studi

 

 

 

…………………………………

Sekretaris Program Studi

 

 

 

…………………………………

 

Pembimbing

 

 

 

…………………………………

 

Pembanding

 

 

 

…………………………………

 

Diketahui/Disetujui:

Pembantu Dekan I

 

 

 

…………………………………

 

 

 

Lampiran VII. Contoh  Lembar Berita Acara Pembimbingan Skripsi

 

BERITA ACARA PEMBIMBINGAN SKRIPSI

 

Nama Lengkap                         :

N.P.M.                                                            :

Program Studi                          :

Konsentrasi                                          :

Alamat Rumah                          :

Judul Penelitian                         :

 

Tanggal

Deskripsi Hasil Bimbingan Skripsi

T. Tangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Medan, ……………………………………

 

Pembimbing Skripsi

 

 

 

…………………………………

Ketua Program Studi

 

 

 

…………………………………

 

  1. PENGERTIAN LAPORAN ARUS KAS

Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang berisi informasi aliran kas masuk dan aliran kas keluar dari suatu perusahaan selama periode tertentu. Informasi ini penyajiannya diklasifikasikan menurut jenis kegiatan yang menyebabkan terjadinya arus kas masuk dan kas keluar tersebut. Kegiatan perusahaan umumnya terdiri dari tiga jenis yaitu, kegiatan operasional, kegiatan investasi serta kegiatan keuangan.

Kegiatan operasional untuk perusahaan dagang terdiri dari membeli barang dagangan, menjual barang dagangan tersebut serta kegiatan lain yang terkait dengan pembelian dan penjualan barang. Untuk perusahaan jasa, kegiatan operasional antara lain adalah menjual jasa kepada pelanggannya. Misalkan menjual jasa aeronautika dan non aaeronautika. Kegiatan ini akan mengakibatkan terjadinya uang masuk untuk pendapatan dan aliran uang keluar untuk biaya. Baik pendapatan dan biaya yang terjadi telah dilaporkan dalam laporan laba rugi, namun besarnya pendapatan tersebut belum tentu sama dengan uang yang diterima karena perusahaan umumnya menggunakan dasar akrual untuk mengakui pendapatan. Demikian halnya dengan biaya, biaya yang dilaporkan laba rugi belum tentu sama dengan arus keluar untuk biaya tersebut.

Kegiatan investasi merupakan kegiatan membeli atau menjual kembali investasi pada surat berharga jangka panjang dan aktiva tetap. Jika perusahaan membeli investasi/aktiva tetap akan mengakibatkan arus keluar dan jika menjual investas/aktiva tetap akan mengakibatkan adanya arus kas masuk ke perusahaan.

Kegiatan keuangan atau ada yang menyebutnya kegiatan pendanaan, adalah kegiatan menarik uang dari kreditor jangka panjang dan dari pemilik serta pengembalian uang kepada mereka.

  1. BENTUK/METODE PENYAJIAN LAPORAN ARUS KAS

Terdapat dua bentuk penyajian laporan arus kas, yang pertama metode langsung dan yang kedua metode tidak langsung. Perbedaan antara kedua metode terletak pada penyajian arus kas berasal dari kegiatan operasi. Dengan metode langsung, arus kas dari kegiatan operasional dirinci menjadi arus kas masuk dan arus kas keluar. Arus kas masuk dan keluar dirinci lebih lanjut dalam beberapa jenis penerimaan atau pengeluaran kas. Sementara itu dengan metode tidak langsung, arus kas dari opersional ditentukan dengan cara mengoreksi laba bersih yang dilaporkan di laporan laba rugi dengan beberapa hal seperti biaya penyusutan, kenaikan harta lancar dan hutang lancar serta laba/rugi karena pelepasan investasi. Berikut ini diberikan contoh bentuk laporan arus kas dengan metode langsung dan metode tidak langsung.

 

Metode Langsung

  

  

  

  

  

  

  

  

PT ABC 

  

  

LAPORAN ARUS KAS 

  

  

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2007 

  

  

(dalam Rupiah) 

  

  

         

  

  

Arus kas yang berasal dari kegiatan operasi : 

     

  

  

Kas yang diterima dari pelanggan 

 

951.000  

 

  

  

Dikurangi : 

     

  

  

 

Kas untuk membeli persediaan 

555.200  

   

  

  

 

Kas untuk membayar biaya operasi 

259.800  

   

  

  

 

Kas untuk membayar biaya bunga 

14.000

   

  

  

 

Kas untuk membayar pajak 

29.000  

   

  

  

     

858.000  

 

  

  

Aliran kas bersih dari kegiatan operasi 

   

93.000  

  

  

         

  

  

Aliran kas yang berasal dari kegiatan investasi : 

     

  

  

Kas masuk yang berasal dari penjualan investasi 

 

75.000  

 

  

  

Kas keluar untuk membeli peralatan 

 

(157.000) 

 

  

  

       

(82.000) 

  

  

Aliran kas bersih untuk kegiatan investasi

     

  

  

         

  

  

Aliran kas dari kegiatan keuangan : 

     

  

  

Kas yang diterima dari penjualan saham 

 

160.000  

 

  

  

Dikurangi : 

     

  

  

 

Kas untuk membayar dividen 

23.000  

   

  

  

 

Kas untuk membayar hutang obligasi 

125.000  

   

  

  

     

148.000  

 

  

  

Aliran kas masuk neto dari kegiatan keuangan 

   

12.000  

  

  

Kenaikan kas 

   

23.000  

  

  

Saldo kas pada awal tahun 

   

26.000  

  

  

Saldo kas pada akhir tahun

   

49.000  

  

  

  

 

  

  

  

  

 

Dari laporan terlihat bahwa arus kas yang berasal dari kegiatan operasional dirinci menjadi penerimaan dari berbagai sumber yang merupakan kegiatan operasional dan pengeluaran kas untuk berbagai kegiatan operasional. Arus kas dari kegiatan investasi dan keuangan juga dirinci menurut jenis-jenis kegiatan yang mengakibatkan timbulnya penerimaan dan pengeluara kas.

Sementara jika kita lihat contoh di bawah ini arus kas dari kegiatan operasional tidak dirinci menurut sumber dan jenis penggunaannya, melainkan net income dikoreksi sehingga net income tersebut berubah menjadi net cashflows dari operasi.

 

 

SOAL LATIHAN

 

Kegiatan operasi adalah transaksi yang berpengaruh pada net income, sementara itu kegiatan investasi adalah transaksi yang mengakibatkan bertambah atau berkurangnya investasi pada harta tidak lancar serta kegiatan pendanaan/keuangan adalah transaksi yang mempengaruhi besarnya hutang jangka panjang dan kepentingan pemilik perusahaan. Anda diminta untuk :

  1. Menentukan apakah masing-masing transaksi di bawah ini merupakan kegiatan operasi, investasi dan pendanaan.
  2. Menentukan apakah telah terjadi penambahan atau pengurangan atau tidak memepengaruhi kas perusahaan.

     

No. 

Transaksi 

Jenis Kegiatan 

Pengaruhnya 

1.

2.

3.

4.

 

5.

6.

7.

 

8.

Membayar biaya sewa ruangan

Membayar dividen kepada pemilik

Membayar gaji karyawan

Membeli barang dagangan dan membayar harga barang

Menjual barang dan menerima hasilnya

Membeli aktiva tetap dan membayarnya

Membeli aktiva tetap dan membayarnya dengan mengeluarkan saham

Menjual saham perusahaan di atas harga nominal 

Kegiatan Operasi

Pengurangan

No. 

Transaksi 

Jenis Kegiatan 

Pengaruhnya 

9.

10.

11.

12. 

Membayar bunga pinjaman obligasi

Meminjam uang dari bank

Membayar hutang obligasi

Membayar hutang dagang

   

 

Metode Tidak Langsung

  

  

  

  

  

  

  

  

PT ABC 

  

  

LAPORAN ARUS KAS 

  

  

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2007 

  

  

(dalam Rupiah) 

  

  

         

  

  

Arus kas yang berasal dari kegiatan operasi : 

     

  

  

Laba bersih menurut laporan laba rugi

 

90.500  

 

  

  

Ditambah : 

     

  

  

 

Biaya depresiasi 

18.000  

   

  

  

 

Penurunan persediaan kantor 

8.000  

   

  

  

 

Kenaikan hutang jangka pendek 

16.800  

   

  

  

 

Kenaikan hutang biaya 

1.200  

   

  

  

     

44.000  

 

  

  

Dikurangi : 

     

  

  

 

Kenaikan biaya dibayar dimuka 

1.000  

   

  

  

 

Kenaikan piutang usaha 

9.000  

   

  

  

 

Penurunan hutang pajak 

1.500  

   

  

  

 

Laba penjualan aktiva tetap 

30.000  

   

  

  

     

41.500  

 

  

  

Aliran kas bersih dari kegiatan operasi 

   

93.000  

  

  

         

  

  

Aliran kas yang berasal dari kegiatan investasi :

     

  

  

Kas masuk yang berasal dari penjualan investasi 

 

75.000  

 

  

  

Kas keluar untuk membeli peralatan 

 

(157.000) 

 

  

  

       

(82.000) 

  

  

Aliran kas keluar bersih untuk kegiatan investasi 

     

  

  

         

  

  

Aliran kas dari kegiatan keuangan :

     

  

  

Kas yang diterima dari penjualan saham 

 

160.000  

 

  

  

Dikurangi : 

     

  

  

 

Kas untuk membayar dividen 

23.000  

   

  

  

 

Kas untuk membayar hutang obligasi 

125.000  

   

  

  

     

148.000  

 

  

  

Aliran kas masuk neto dari kegiatan keuangan

   

12.000  

  

  

Kenaikan kas 

   

23.000  

  

  

Saldo kas pada awal tahun 

   

26.000  

  

  

Saldo kas pada akhir tahun 

   

49.000  

  

  

  

  

  

  

  

  

 

Jika kita amati contoh di atas, terlihat bahwa perbedaan antara metode langsung dengan metode tidak langsung terletak pada penyajian arus kas berasal dari kegiatan operasi, sementara itu baik aliran kas dari kegiatan investasi dan keuangan adalah sama penyajiannya.

 

  1. DATA UNTUK MENYUSUN LAPORAN ARUS KAS

Aliran kas yang dilaporkan disajikan dalam tiga kelompok besar kegiatan yaitu kegiatan operasional, kegiatan investasi serta kegiatan keuangan. Untuk mempermudah penyusunan laporan arus kas untuk masing-masing kelompok kegiatan maka perlu diperhatikan informasi yang relevan sebagai berikut :

No. 

Menyusun Arus Kas Dari

Informasi yang Relevan 

1. 

Kegiatan Operasional

  1. Laporan Laba Rugi
  2. Saldo awal dan saldo akhir harta lancar
  3. Saldo awal dan saldo akhir hutang lancar selain hutang dividen
  4. Data tambahan (jika ada)

2. 

Kegiatan Investasi

  1. Saldo awal dan saldo akhir investasi dan aktiva tetap
  2. Data tambahan (jika ada) 

3. 

Kegiatan Keuangan 

  1. Saldo awal dan saldo akhir dari Modal dan Hutang Jangka Panjang serta Laba Ditahan
  2. Saldo awal dan saldo akhir Hutang Dividen
  3. Data tambahan (jika ada) 

 

 

  1. MEMBACA LAPORAN ARUS KAS

Semula banyak pengguna laporan keuangan yang lebih banyak mencurahkan perhatiannya pada laporan Laba Rugi dan Neraca. Laporan Laba Rugi menggambarkan hasil usaha perusahaan selama periode tertentu. Sementara itu Neraca menggambarkan posisi keuangan pada saat tertentu. Akhir-akhir ini disadari cara mengelola kas perusahaan juga perlu dievaluasi yaitu dengan cara mengevaluasi laporan arus kas.

Sebelum melihat bagaimana perusahaan dikelola kasnya, perlu disadari bahwa untuk membaca laporan keuangan secara tepat perlu dipahami cara penyajian informasi arus kas. Pada metode langsung, arus kas dari operasi dirinci sumber –sumbernya dan demikian juga dengan pengeluaran kas sehingga laporan itu akan mudah dipahami dengan tepat. Pada metode tidak langsung, laporan arus kas dari operasional diawali dengan net income, kemudian net income tersebut dikoreksi dengan hal-hal/item-item tertentu yang diperlakukan berbeda antara dalam penyusunan laporan laba rugi (yang menghasilkan net income) dengan laporan arus kas. Dalam menyusun laporan laba rugi perusahaan menggunakan akrual basis, sehingga mungkin pada tahun tertentu ada biaya yang telah diperlakukan sebagai biaya (expense), tapi pada tahun itu tidak terdapat pengeluaran kas. Hal-hal inilah yang dikoreksikan pada net income akan berubah menjadi net cashflows dari operasional. Dengan demikian jika biaya amortisasi dan depresiasi ditambahkan, janganlah diartikan bahwa depresiasi dan amortisasi secara fisik akan mengakibatkan adanya aliran kas masuk sebesar itu.

Ada beberapa kemungkinan pola aliran kas yang terjadi dalam perusahaan, yaitu:

  1. Semua kegiatan (operasional, investasim dan keuangan) menghasilkan aliran kas yang positif yang berarti penerimaan kas dari masing-masing kegiatan tersebut lebih besar dari pengeluaran kas. Pada keadaan pertama semua kegiatan menghasilkan penerimaan kas yang lebih besar daripada pengeluaran kas. Tentu dalam jangka panjang akan terjadi saldo kas yang besar.
  2. Semua kegiatan (operasional, investasi dan keuangan) menghasilkan aliran kas yang negatif yang berarti penerimaan kas dari masing-masing kegiatan tersebut lebih kecil dari pengeluaran kas. Ini kebalikan pola 1 di atas, sehingga dalam jangka panjang cadangan kas yang ada akan habis.
  3. Kegiatan operasional positif sedangkan kegiatan investasi dan keuangan negatif. Pada pola ketiga, perusahaan menggunakan kas dari operasional untuk membayar hutang/pengembalian modal/membayar deviden dan untuk investasi. Pola ini dapat dikatakan ideal dan banyak pengamat mengatakan ini adalah keadaan penen kas.
  4. Kegiatan operasional dan kegiatan investasi positif tetapi kegiatan keuangan negatif. Sedangkan pada pola hasil penjualan investasi dan opersional digunakan untuk membayar hutang mengembalikan modal.
  5. Kegiatan operasional negatif sedangkan kegiatan investasi dan keuangan positif. Ini berarti perusahaan menggunakan sebagian investasi dan penarikan pinjaman modal untuk membiayai operasional. Kegiatan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
  6. Kegiatan investasi negatif sementara kegiatan operasional dan keuangan positif. Perusahaan menggunakan cash dari operasional dan pinjaman/penarikan modal untuk melakukan investasi.
  7. Kegiatan opersional dan investasi negatif sedangkan kegiatan keuangan positif. Perusahaan melakukan kegiatan operasional dan investasi yang sebagian dibiayai dengan dana pinjaman atau penarikan modal. Sebagian dana juga digunakan untuk operasional. Kondisi ini mungkin terjadi pada perusahaan yang sedang tumbuh.
  8. Kegiatan investasi positif tetapi kegiatan operasional dan keuangan negatif. Perusahaan mungkin menjual investasi/aktiva tetap untuk memenuhi kebutuhan operasional dan pembayaran hutang/pembayaran ke pemilik.

     

Dengan memperhatikan beberapa pola aliran kas di atas peserta akan dapat mengetahui makna dari informasi arus kas dari suatu perusahaan yang dilaporkan dalam laporan arus kas sehingga dapat mengevaluasi pengelolaan kas yang dilakukan perusahaan.

Manajemen Pemasaran adalah salah satu kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, untuk berkembang, dan untuk mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi, dan tidak berakhir dengan penjualan. Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga memberikan kepuasan kepada konsumen jika menginginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan (Dharmmesta & Handoko, 1982).

Secara definisi, Manajemen Pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan (Kotler, 1980).

Perusahaan yang sudah mulai mengenal bahwa pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses usahanya, akan mengetahui adanya cara dan falsafah baru yang terlibat di dalamnya. Cara dan falsafah baru ini disebut “Konsep Pemasaran”.

== Konsep pemasaran ==
Sebagai falsafah [[bisnis]], konsep [[pemasaran]] bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan berorientasi kepada kebutuhan konsumen. Hal ini secara asasi berbeda dengan falsafah [[bisnis]] terdahulu yang berorientasi pada produk, dan penjualan.

Secara definitif dapatlah dikatakan bahwa:
”’Konsep Pemasaran”’ adalah sebuah ”falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan” (Stanton, 1978).

Tiga unsur konsep pemasaran:
# Orientasi pada [[Konsumen]]
# Penyusunan kegiatan pemasaran secara integral
# Kepuasan Konsumen